The Best Colourful Country – Indonesia

Archive for May 2014

Pabrik Kelapa Sawit

7.1. FUNGSI

Untuk mendapatkan produksi kernel yang baik sesuai dengan standard yang diinginkan.

  1. ALAT – ALAT PENDUKUNG
  1. Depericarfer
  2. Polishing drum
  3. Nut silo
  4. Ripple mill
  5. Separating coloumb ( LTDS I & LTDS II )
  6. Clay bath
  7. Kernel silo
    1. DEPERICARFER

    Sebagai coulomb pemisah dengan cara pneumatik, pemisahan pneumatik ini berdasarkan hisapan udara, dimana fraksi ringan berupa fiber terhisap ke fiber cyclone sedangkan fraksi berat berupa nut jatuh ke polishing drum.

    1. POLISHING DRUM

    Untuk membersihkan ( memoles ) fiber yang masih ada melekat pada nut, selain itu memisahkan nut dari batu – batu, kayu, dan tangkai jangjangan yang terikut.

    1. NUT SILO

    sebagai tempat penampungan Nut yang keluar dari polishing drum.

    1. RIPPLE MILL

    Untuk memecahkan nut dimana cangkang akan pecah dan didapatkan hasil produksi berupa kernel.

View original post 215 more words

Pabrik Kelapa Sawit

Fungsi dari stasiun pemurnian adalah untuk memisahkan minyak dari fase lainnya dengan pemurnian supaya tidak terjadi penurunan mutu.

Unit pemurnian minyak

  1. Stand trap tank
  2. Vibrating screen
  3. Crude oil tank
  4. Clarifikasi tank
  5. Oil tank
  6. Sludge tank
  7. Decanter
  8. Sludge separator
  9. Oil furifier
  10. Vacuum drier
  1. STAND TRAP TANK

– Fungsinya adalah untuk menangkap pasir dengan cara pengendapan dan untuk     mempermudah pemisahan minyak dan pasir tanki ini diisi air panas.

– suhu minyak kasar 90OC – 95OC

– pembuangan pasir secara rutin

  1. . VIBRATING SCREEN

Untuk menyaring minyak kasar yang keluar dari pressan dari kotoran – kotoran, serabut / fiber, lumpur dan pasir – pasir yang terikut.

View original post 376 more words

Pabrik Kelapa Sawit

Fungsi digester adalah untuk melumatkan buah sehingga daging buah terpisah dari biji dan memudahkan pengerjaan pengepressan.

Alat ini berupa tabung dilengkapi 4 tingkatan pisau dengan 3 tingkat atas sebagai pengaduk dan 1 tingkat bawah disamping sebagai pengaduk juga sebagai pelempar.

 

Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah

– Pengsian digester harus dapat dipertahankan minimal ¾ dari volumenya, hal ini supaya     tekanan ke bawah besar sehingga pelumatan dapat berjalan dengan baik.

– Pertahankan temperatur dalam digester 90OC – 95OC.

– Untuk menghasilkan pengadukan optimal maka putaran pisau digester 25 – 26 rpm.

View original post

Pabrik Kelapa Sawit

Sebuah pabrik memiliki data sebagai berikut :

  • Kapasitas             : 45 ton TBS/jam
  • Jam olah              : 20 jam/hari
  • HK Efektif            : 310 hari
  • BOD limbah cair: 35.000 ppm
    (masuk ke IPAL)
  • BOD loading        : 0.4 kg BOD/m3/hari
  • Perencanaan kolam limbah yang baik dengan pengumpanan maksimum 5 %

– Jumlah Buah Diolah dalam 1 tahun = 45 t/j x 20 j/hr x 310 hr

                                                                             = 279.000 ton TBS

  1. Luas Land Aplikasi untuk masing-masing By Product :
  • JJK (23 % to FFB)     = 279.000 x 0.23

                        = 64.170 ton JJK/thn

Dosis Aplikasi         = 0.4 ton/pkk/thn

View original post 184 more words

Pabrik Kelapa Sawit

A. Fermentasi Anaerobik

Air limbah PKS mengandung senyawa anorganik dan organik. Senyawa organik lebih mudah mengalami pemecahan daripada senyawa anorganik. Bahan-bahan organik yang terkandung dalam air limbah PKS dapat dirombak oleh mikroba baik secara anaerobik maupun secara aerobik. Keberhasilan perombakan bahan organik tergantung pada jenis mikroba, jumlah mikroba, sifat substrat dan faktor lingkungan.

Reaksi pemecahan dalam reaksi fermentasi terdiri dari tahapan-tahapan reaksi yang dikatalis oleh berbagai enzym yang diproduksikan oleh mikroba. Reaksi perombakan secara anaerobik dapat dilihat pada persamaan reaksi di bawah ini:


Bakteri yang aktif dalam perombakan ini adalah bakteri methanogenik antara lain Methanobacterium amelianskii. Hasil reaksi methanogenesis adalah CH4 dan CO2 dengan perbandingan antara 1:1 sampai 3:1.

View original post 440 more words

Pabrik Kelapa Sawit

Pengolahan air limbah (Effluent Treatment) adalah pengolahan limbah pabrik yang belum memenuhi persyaratan (BOD, COD, pH, ammonia, dll). Air buangan yang masih mengandung minyak, disalurkan ke fat-pit untuk mengutip kembali sampai batas-batas tertentu. Usaha ini untuk memperoleh minyak sawit dan merupakan tindakan untuk memperbaiki kualitas air limbah.

Pembusukan anaerobik, yang sudah sangat umum dalam penanganan endapan kotoran, sama pentingnya atau bahkan lebih berguna dalam penanganan sisa-sisa industri. Proses tersebut dapat digunakan menurut urutannya yang normal sebagai suatu cara penanganan seperti:

  1. Tangki/bak netralisasi (Netralizing Tank).

    Tangki ini dipakai untuk menaikkan pH limbah pabrik dari 4,2 menjadi 7,0. Hal ini dilakukan pada waktu pertama kali effluent treatment dijalankan.

  2. Menara Pendingin (Cooling tower).

    Menara pendingin dipakai untuk menurunkan suhu limbah pabrik sebelum dimasukkan ke dalam kolam-kolam dari 70 C menjadi 30 C. Hal ini dilakukan karena pada suhu 70 C bakteri-bakteri pengurai (pembuat gas methan) mati, sedangkan suhu optimum 40 C. Alat ini…

View original post 349 more words

Pabrik Kelapa Sawit

Ukuran yang diperbolehkan pada tabel berikut adalah ukuran minimum yang diperbolehkan untuk Start Langsung. Umumnya berlaku untuk jarak dekat (kurang dari 20 meter). Untu jarak 20 s/d 100 meter harus dipakai ukuran yang lebih besar.

 

Cable

mm2

Maximum H.P

DOL

Maximum H.P

Star – Delta

2.5

7.5

13.0

4.0

10.0

17.5

6.0

15.0

26.0

10.0

20.0

35.0

16.0

40.0

70.0

25.0

60.0

100.0

35.0

75.0

130.0

 

View original post