The Best Colourful Country – Indonesia

9 Alasan Kegagalan

Posted on: January 12, 2014

author : Astri Apriyani
Monday, 13 August 2012 – 02:17

Jika Anda sendiri tidak percaya dengan diri sendiri, bagaimana bisa sukses?
Intisari-Online.com – David DiSalvo, kontributor Forbes, melakukan riset terhadap beberapa kelompok orang tentang kegagalan. Pertanyaan besarnya adalah “Apakah alasan-alasan yang melatarbelakangi seseorang gagal akan sesuatu?” Dari risetnya tersebut, ia menemukan sembilan poin yang rupanya mengungkapkan faktor-faktor penyebab kegagalan seseorang dalam hidup.
Berikut adalah sembilan faktor/alasan tersebut.
1. Ketidakpercayaan
Sepertinya David penggemar Star Wars. Dalam poin pertamanya ini, David mengutip pernyataan Yoda kepada Luke bahwa Anda harus percaya. Jika tidak, Anda akan gagal. Otak manusia adalah pemecah masalah paling bertenaga dan mesin pembuat keputusan. Hubungannya adalah, jika masukan ke otak tentang target yang Anda ingin capai minim sekali motivasi atau bahkan penuh pesimistis, umpan balik yang memantul antara otak dan gerak manusia itu turut lambat. Dalam bahasa yang lebih sederhana adalah, bagaimana Anda bisa mengharapkan keberhasilan akan suatu target ketika Anda sendiri bahkan tidak dapat meyakinkan diri Anda kalau hal itu bisa berhasil?
2. Orang lain harus meyakinkan Anda soal tempat Anda.
Jika Anda sendiri sudah lebih dulu tahu ke mana arah yang ingin Anda tuju dalam hidup ini, kemungkinan akan gagal bisa tereduksi. Bagian buruk dari ketidaktahuan seseorang akan tempatnya di dunia adalah bahwa akan ada orang lain yang berusaha sekeras mungkin meyakinkan dirinya tentang perannya di dunia ini. Sehingga, pada akhirnya mungkin seseorang hidup dan bergerak berdasarkan kehendak orang lain, bukan kehendak sendiri.
3. Anda berpikir, “Bagaimana jika saya mati besok?”
Tidak dipungkiri, semua orang pasti memikirkan ini. Tidak setiap saat tentu saja. Tapi setidaknya pernah terlintas di benak kita. Namun, tahukah Anda, tentu saja, salah seorang dari kita bisa jadi mati besok. Tapi, jangan malah sibuk memikirkan hal ini dan membuang-buang waktu Anda dengan tidak melakukan apa pun yang sebetulnya ingin Anda capai. Jika Anda terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran soal “mati” ini, Anda pasti gagal meraih tujuan yang sudah Anda tetapkan.
4. Membayangkan bagaimana Anda akan diingat.
Ketika Anda betul-betul mati besok, apakah Anda akan diingat sebagai orang baik? Banyak orang menginginkan demikian, sebab rasanya itu adalah kedudukan yang sangat nyaman dan akan terlihat bagus di obituari. “Good is fine, but it ain’t great,” kata David. Jadi, sah-sah saja Anda memikirkan bagaimana orang-orang mengingat Anda ketika Anda mati, tapi jangan lalu biarkan pemikiran “Anda ingin diingat sebagai orang baik dan stabil” mempengaruhi jalan kesuksesan Anda yang butuh melewati fase ketidakmapanan, kerja keras, dan mungkin kegagalan kecil.
5. Anda berpikir mengacaukan peran Anda di dunia?
Manusia cenderung ingin percaya bahwa selalu ada alasan untuk semua hal yang terjadi di dunia ini, dan bahwa segala sesuatunya memiliki penggerak utama. Bisa berupa orang lain atau yang lainnya. Jadi, kita akan berpikir, bagaimana jika ada suatu alasan yang membentuk kita menjadi kita yang sekarang? Haruskan kita mengacaukan itu? Haruskan kita membiarkan “suatu alasan” itu membentuk diri kita dan mimpi kita? Satu hal yang harus Anda sadari, hidup Anda hanya ditentukan oleh satu orang, yaitu Anda sendiri. Jangan bergantung pada orang lain atau “alasan” lain, atau Anda akan gagal.
6. Karier Anda mapan, dan itu baik.
Tentu saja, karier yang mapan adalah satu hal yang baik. Pertanyaannya adalah, apakah kemapanan tersebut yang Anda inginkan? Jika “kemapanan” artinya adalah Anda tidak bisa meraih pencapaian lebih tinggi yang sebetulnya Anda inginkan, seperti banyak hal lainnya, ini adalah pilihan dan tidak ada jawaban salah-benar. Semua tergantung Anda.
7. Anda takut kehilangan apa yang telah Anda bangun.
Jangan terlalu banyak merasakan takut. Bisa jadi, ketakutan-ketakutan Anda itulah yang menyebabkan Anda gagal. Jangan takut kehilangan, jangan juga takut apa yang Anda bangun akan runtuh. Realitanya adalah, Anda bisa kehilangan apa pun dengan mudah, walaupun kadang-kadang kesalahan bukan di tangan Anda. Jadi, kenapa harus dihantui ketakutan akan kehilangan, dan membuatnya menghentikan langkah Anda mencapai sesuatu? So, push forward.
8. Anda mungkin merasa telah sampai di tingkat maksimal.
Jika Anda telah mencapai satu titik dalam karier Anda ketika Anda merasa tidak akan bisa ke mana-mana lagi, itu berarti saatnya Anda mulai fokus pada fase hidup Anda yang selanjutnya. Walaupun semestinya, Anda harus sudah memikirkan fase hidup Anda yang selanjutnya ini jauh sebelum Anda bahkan memulainya. Intinya adalah lupakan langit-langit yang sempat membentur Anda dan fokuslah pada pencapaian lain yang lebih tinggi.
9. Bingung hendak ke mana.
Mempersiapkan diri untuk sebuah pencapaian adalah “sesuatu”, tapi tanpa ada fokus dan arahan, semua energi untuk mencapai sesuatu tersebut akan habis tidak jelas. Anda harus menentukan arah dan fokus Anda terlebih dahulu sebelum mengerahkan energi Anda menuju kepadanya. (Forbes)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: